Pencarian

Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran IPA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Desember 2024

Teknologi Ramah Lingkungan



Apa itu teknologi ramah lingkungan?

Teknologi ramah lingkungan adalah aplikasi teknologi yang mempertimbangkan kelestarian lingkungan, dengan prinsip refine, reduce, reuse, recycle, recovery, dan retrieve energy untuk tujuan memberikan kemudahan atas pemenuhan kebutuhan manusia dan menghasilkan berbagai produk yang diperlukan.

Berikut adalah penjelasan setiap prinsip yang digunakan:

  • Refine: menggunakan bahan ramah lingkungan dan proses yang lebih aman daripada teknologi sebelumnya
  • Reduce: mengurangi jumlah limba dengan optimalisasi bahan
  • Reuse: menggunakan kembali bahan yang tidak terpakai dengan cara proses yang berbeda
  • Recycle: menggunakan kembali bahan yang tidak terpakai dengan cara proses yang sama dengan sebelumnya
  • Recovery: pemanfaatan material tertentu dari limbah
  • Retrieve energy: penghematan energi

Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi ramah lingkungan dapat diaplikasikan di banyak bidang, di antaranya adalah bidang energi, transportasi, lingkungan, dan industri.

1. Bidang Energi

  • Biofuel : bahan bakar alternatif dari bahan organik/tumbuhan. Contohnya, etanol dan biodiesel
  • Biogas : bahan bakar alternatif yang diperoleh dari proses fermentasi bahan organik dengan bantuan bakteri anaerob (bakteri yang hidup di lingkungan tanpa oksigen).
  • Sel Surya: alat untuk mengubah energi cahaya matahari jadi listrik.
  • PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) : alat yang mengubah energi dari air jadi listrik dengan cara membendung sungai besar untuk jadi tempat penampungan air.
  • Pembangkit Listrik Samudra : memanfaatkan energi pasang surut (energi tidal), energi gelombang laut, dan energi panas laut.
  • Wind Power : pembangkit listrik tenaga angin yang terdiri dari pembangkit yang dibangun di daratan dan di pantai.
  • Geotermal : merupakan panas bumi yang dapat digunakan sebagai energi untuk menghasilkan listrik serta mendinginkan atau memanaskan bangunan.

2. Bidang Transportasi

  • Hydrogen Vehicle : kendaraan dengan bahan bakar hidrogen. Pada kendaraan tersebut terpasang alat yang mampu merubah energi kimia dari hidrogen jadi energi mekanik
  • Mobil Tenaga Surya : mobil dengan energi utama berasal dari sinar matahari
  • Mobil Elektrik : mobil listrik yang menggunakan listrik yang tersimpan pada baterai

3. Bidang Lingkungan

  • Biopori : biopori atau teknologi lubang resapan merupakan teknik untuk membuat resapan air hujan
  • Fitoremediasi : penggunan tumbuhan untuk menghilangkan, memindahkan, menstabilkan, atau menghancurkan bahan pencemar dari senyawa organik atau anorganik. Contoh tumbuhan yang dapat digunakan adalah bunga matahari, sawi, enceng gondok
  • Composting toilet : toilet kering yang menggunakan proses anaerob dalam menghancurkan feses manusia
  • Pemurnian air : bertujuan untuk menghasilkan air yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu dengan menghilangkan zat kimia, kontaminasi biologis, serta partikel dalam air. Pemurnian air memiliki beberapa jenis mulai dari cara fisika, kimia, dan biologis. Fisika adalah teknik filtrasi atau penyaringan sedimen melalui pengendapan atau penyulingan. Sedangkan secara kimia, pemberian klorin, penyinaran dengan sinar UV, serta pemberian karbon aktif dapat dilakukan untuk memurnikan air. Terakhir, secara biologis pemurnian air dapat dilakukan dengan penggunaan tumbuhan enceng gondok

4. Bidang Industri

  • Biopulping : teknologi pelapukan yang terinspirasi dari proses pelapukan kayu oleh mikroorganisme. Proses ini dilakukan secara alami dengan mikroba dan jamur, sehingga sampahnya akan diserap kembali oleh alam


Teknlogi yang Tidak Ramah Lingkungan

  • Pengolahan Minyak Bumi : walaupun minyak bumi memiliki banyak manfaat dan dapat diolah sebagai bahan baku aspal, pipik, solar, dsb, namun dalam pengambilannya harus dilakukan pengeboran yang sangat tidak ramah lingkungan
  • Pengolahan Batu Bara : sama seperti minyak bumi, batubara merupakan bahan bakar fosil yang berasal dari tanaman yang telah terkubur 300-400 tahun lalu. Penggunaan batubara dapat merusak tabag serta mencemari air dan udara


Perilaku Hemat Energi dalam Keseharian

  • Membudayakan penggunaan sepeda atau jalan kaki untuk sehari-hari
  • Mematikan lampu saat tidur atau di siang hari
  • Memilih peralatan hemat energi
  • Menggunakan air secukupnya
  • Tidak membuang-buang kertas


SUMBER :
https://news.clearnotebooks.com/id/rangkuman-materi-teknologi-ramah-lingkungan-ipa-kelas-9/

Sistem Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan

A.      PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN

1.        Perkembangbiakan Tumbuhan Angiospermae (Berbiji Tertutup)

a.         Perkembangbiakan Vegetatif

Perkembangan vegetatif merupakan perkembangbiakan yang tidak didahului proses fertilisasi (pembuahan) atau tidak melibatkan sel kelamin (jantan / betina). 

Perkembangbiakan vegetatif dibagi menjadi dua :

1)      Vegetatif Alami = perkembangbiakan tanpa dibantu oleh tangan manusia.

2)      Vegetatif Buatan = perkembangbiakan yang dibantu oleh manusia.

Contoh Perkembangbiakan:

1)      Vegetatif Alami

a)      Rhizoma / Rimpang (Akar Tinggal) = batang yang tumbuh menjalar di dalam tanah.

Contoh : kunyit, lengkuas, jahe, temulawak, dll.

b)      Stolon (Geragih) = modifikasi batang yang tumbuh menyamping dan di ruas-ruasnya tumbuh bakal tanaman baru. Geragih adalah cabang batang yang memiliki perubahan bentuk dan penambahan fungsi. Geragih biasanya berbuku-buku dan beruas-ruas.

Contoh : stroberi, rumput teki, pegagan.

c)      Tunas = perkembangbiakan tanaman yang menggunakan bagian tunas atau tanaman yang baru tumbuh.

Contoh : pisang, tebu, bambu, dll.

d)      Tunas Adventif = tunas yang tumbuh dibagian yang tidak biasanya tunas tumbuh. Biasanya tumbuh di daun atau akar.

Contoh : daun cocor bebek, nanas, begonia, dll.

e)      Umbi Lapis = adalah organ reproduksi yang dihasilkan dari sekelompok daun tebal berlapis dengan susunan seperti roset.

Contoh : bawang merah, bawang putih, bunga tulip, bunga bakung.

f)       Umbi Batang = merupakan alat perkembangbiakan berupa batang atau modifikasi struktur batang yang ada dalam tanah, dan biasa digunakan sebagai cadangan makanan bagi tanaman.

Contoh : kentang, gembili, gadung, talas, bengkoang, ubi jalar, dll.

g)      Umbi Akar = merupakan cara perkembangbiakan vegetatif alami yang memanfaatkan akar, termasuk cadangan makanan.

Contoh : Contoh tanaman yang berkembang biak dengan umbi akar berserat adalah singkong, sedangkan umbi akar tunggang, antara lain lobak dan wortel.

h)      Spora = adalah organ reproduksi yang dimaksudkan untuk penyebaran sel atau benih pada tumbuhan berpembuluh tidak berbiji.

Contoh : jamur, tanaman paku, lumut.

2)      Vegetatif Buatan

a)      Mencangkok = biasanya dilakukan di tanaman yang berkambium.

b)      Merunduk = merupakan perbanyakan tanaman dengan cara memendam bagian cabang atau ranting dalam tanah sehingga akan tumbuh akar.

c)      Menyambung (Mengenten) = merupakan penggabungan dari dua tanaman satu marga.

d)      Menempel (Okulasi) = merupakan usaha perbanyakan tanaman dengan cara menempelkan mata tunas muda pada batang tanaman induk yang jenisnya sama.

e)      Menyetek = membuat bibit tanaman dengan cara memotong batang tanaman induk langsung ditanam.

b.        Perkembangbiakan Generatif

Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan yang didahului dengan proses fertilisasi (peleburan sel kelamin jantan dan betina).

Berdasarkan bagian bunga, bunga dibedakan menjadi bunga lengkap dan tidak lengkap :

Bunga Lengkap = memiliki tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik.

1)      Bunga lengkap = bunga yang memiliki semua bagian bunga.

Contoh : bunga sepatu, melati, mawar, turi, dll.

2)      Bunga tidak lengkap = bunga yang memiliki salah satu dari bagian bunga.

Contoh : bunga melinjo, jagung, pakis haji, bugenvil, salak, dll.

Berdasarkan alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi bunga sempurna dan tidak sempurna :

1)    Bunga Sempurna = bunga yang memiliki semua alat kelamin, baik kelamin jantan (benang sari) dan kelamin betina (putik).

Contoh : bunga sepatu, mawar, jambu, mangga, dll.

2)   Bunga Tidak Sempurna = bunga yang tidak memiliki salah satu alat kelamin, hanya memiliki putik atau benang sari saja.

Contoh : melinjo, salak, pakis haji, jagung, dll.

            Jenis Penyerbukan :

1)        Penyerbukan sendiri (autogami) = serbuk sari berasal dari bunga itu sendiri (1 bunga)

2)        Penyerbukan serumah/tetangga (geitonogami) = serbuk sari berasal dari bunga lain, tetapi masih dalam satu pohon.

3)        Penyerbukan silang (alogami) = serbuk sari berasal dari bunga lain dan pohon masih satu jenis.

4)        Penyerbukan bastar = serbuk sari berasal dari bunga lain yang berbeda varietas ataupun jenisnya.

Peristiwa Penyerbukan :

1)      Anemogami = penyerbukan yang dibantu oleh angina

2)      Zoidiogami = penyerbukan yang dibantu oleh hewan

3)      Hidrogami = penyerbukan yang dibantu oleh air

4)      Antropogami = penyerbukan yang dibantu oleh manusia

Pemencaran Biji :

1)      Anemokori = pemencaran biji dengan bantuan angin

2)      Hidrokori = pemencaran biji dengan bantuan air

3)      Zookori = pemencaran biji dengan bantuan hewan

4)      Antropokori = pemencaran biji dengan bantuan manusia

Perkecambahan :

1)      Perkecambahan Hipogeal = kotiledonnya berada di dalam tanah

2)      Perkecambahan Epigeal = kotiledonnya berada di atas tanah


2.        Perkembangbiakan Tumbuhan Gymnospermae (Berbiji Terbuka) 

Tumbuhan Gymnospermae disebut juga tumbuhan biji terbuka. Organ reproduksi generatif pada Gymnospermae dinamakan strobilus. Strobilus betina berukuran lebih besar daripada strobilus jantan. Strobilus betina tersusun oleh daun buah yang disebut makrosporofil, sedangkan daun buah penyusun strobilus jantan dinamakan mikrosporofil.

3.        Perkembangbiakan Tumbuhan Paku

Metagenesis tumbuhan paku

4.        Perkembangbiakan Tumbuhan Lumut 

Metagenesis tumbuhan lumut


 5.        Teknologi Perkembangbiakan Tumbuhan

1)        Hidroponik = suatu istilah yang digunakan dalam bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuhnya.

2)        Vertikultur = teknik budidaya tanaman yang dilakukan secara vertikal diterapkan pada lahan sempit. 

3)        Kultur Jaringan Tumbuhan = kultur jaringan memanfaatkan sifat totipotensi sel, yaitu setiap sel membawa informasi genetik yang lengkap sehingga berpotensi untuk berkembang menjadi individu baru yang lengkap. Bagian yang akan ditumbuhkan melalui kultur jaringan disebut eksplan.

  

B.       PERKEMBANGBIAKAN HEWAN

1.        Perkembangbiakan Aseksual

Perkembangbiakan aseksual = perkembangbiakan tidak kawin (perkembangbiakan vegetatif).

Contoh :

a.       Pembentukan Tunas (kuncup) = perkembangbiakan dengan tunas. contoh : Hydra

b.      Fragmentasi = perkembangbiakan dengan cara memutuskan bagian tubuhnya. Contoh : kepang, bintang laut, cacing PlanariaProtozoa, dll.

c.       Regenerasi = perkembangbiakan yang dilakukan hewan dengan jalan menggunakan semua potongan tubuhnya yang dapat menjadi individu baru. Contoh : SpongeCoelenterata, dan Echinodermata.

d.      Partenogenesis = perkembangbiakan dengan cara terbentuknya individu dari ovum tanpa pembuahan (fertilisasi). Contoh : Tawon, lebah, semut, kutu air, kutu daun, dll.

e.       Membelah Diri = ada 2 jenis, yaitu pembelahan biner dan pembelahan multiple. Contoh : Pembelahan biner = AmoebaEuglena sp. (Flagellata) ,  Paramecium sp. (Ciliata), dan Arcell sp. (Sarcodina). Pembelahan Multiple = Plasmodium

2.        Perkembangbiakan Seksual

Perkembangbiakan seksual = perkembangbiakan secara kawin.

Contoh :

a.         Ovipar = bertelur

b.         Vivipar = beranak

c.         Ovovivipar = bertelur dan beranak. Contoh : Kadal, hiu, ular kobra.

3.        Perkembangan Hidup Hewan (Metamorfosis)

a.       Metamorfosis Sempurna = siklus hidup hewan yang mengalami bentuk perubahan yang sangat berbeda dibandingkan sebelum dan setelah melahirkan. Contoh : kupu-kupu, lalat, katak, dan nyamuk.

b.      Metamorfosis Tidak Sempurna = salah satu perubahan bentuk pada hewan yang tidak terlalu tampak perbedaan bentuknya saat lahir dibandingkan setelah tahap dewasa. Contoh : belalang, jangkrik, dan kecoa.

4.        Teknologi Perkembangan pada Hewan

a.       Inseminasi Buatan (Kawin Suntik) = merupakan teknik pemasukan sperma ternak jantan yang telah diproses ke dalam alat reproduksi ternak betina dengan alat khusus.

b.      Kloning = merupakan teknik memperoleh individu baru yang memiliki sifat mirip dengan induknya. Contoh hasil cloning : Domba Dolly

c.       Hibridisasi = yaitu kegiatan mengawinkan dua hewan yang berbeda jenis dan memiliki sifat unggul. Contoh : perkawinan antara kucing Persia dengan kucing Anggora.