Pencarian

Tampilkan postingan dengan label Program Guru Penggerak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Program Guru Penggerak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Desember 2024

Eksplorasi Konsep - Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

 1.1.a.4. Eksplorasi Konsep - Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

 

TUGAS

Potret pendidikan Indonesia sejak zaman kolonial hingga kini

Bapak/Ibu CGP, mengawali refleksi filosifis Pendidikan Indonesia, Anda diminta untuk menyimak video "Pendidikan Zaman Kolonial" di bawah ini. Bapak/Ibu CGP dapat melihat perjalanan Pendidikan Indonesia sebelum kemerdekaan dan peran sekolah Taman Siswa sejak pendiriannya di tahun 1922.

 Link Video :

https://youtu.be/YBqW3vwIw-c 



Selanjutnya, silahkan jawablah pertanyaan panduan berikut sebagai refleksi diri terhadap perjalanan Pendidikan Indonesia sebelum Kemerdekaan dan membandingkannya dengan kondisi pendidikan saat ini pada konteks sekolah Anda.

  1. Bagian mana yang paling menarik? Mengapa?
  2. Apa tujuan pendidikan yang dapat dilihat dari video ini pada zaman Kolonial?
  3. Apa persamaan dan perbedaan antara situasi Pendidikan jaman Kolonial dan situasi Pendidikan Indonesia saat ini?

 

JAWABAN

  1. Bagian yang menarik dari video tersebut menurut saya yaitu pada tahun 1920 yang mulai lahirnya cita-cita baru untuk perubahan radikal dalam pendidikan dan pengajaran, serta lahirnya Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yogyakarya karena dengan lahirnya Taman Siswa menjadikan gerbang kemerdekaan dan kebebasan kebudayaan bangsa dan juga sebagai jiwa rakyat untuk merdeka dan bebas.
  2. Tujuan pendidikan pada zaman kolonial yang dapat kita lihat dari video tersebut adalah hanya untuk kepentingan orang tertentu saja, seperti beberapa bupati menginisiasi pendirian sekolah kabupaten yang hanya mendidik calon pegawai, rakyat hanya diajari membaca, menulis, dan menghitung seperlunya dan hanya mendidik orang-orang pembantu dalam mendukung usaha dagang mereka, serta pemerintah Hindia-Belanda hanya memberikan kelonggaran kepada calon Mudir Dokter Djawa untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran.
  3. Persamaan antara situasi pendidikan zaman kolonial dan situasi pendidikan Indonesia saat ini adalah siswa untuk sekolah atau belajar wajib pergi ke sekolah, sedangkan perbedaannya yaitu dalam belajar siswa tidak harus di sekolah, bisa ditempat bimbel atau di rumah dengan mendatangkan guru dalam belajar, serta jika dulu terpusat kepada guru, sedangkan pembelajaran sekarang terpusat kepada siswa. Sekarang fasilitas lebih lengkap dari pada zaman kolonial karena sekarang sumber belajar bisa diperoleh darimana saja seperti internet, buku, alam sekitar, dan lain-lain.

Refleksi Terbimbing – Presentasi Kerangka Filosofis `Merdeka Belajar`

 1.1.a.6. Refleksi Terbimbing – Presentasi Kerangka Filosofis `Merdeka Belajar`

 

TUGAS

Tujuan Pembelajaran Khusus: Peserta mampu merefleksikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai pengetahuan dan pengalaman baru dalam pembelajaran.

Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak (CGP)

Refleksi filosofis pemikiran Ki Hadjar Dewantara menjadi penguatan bagi Anda dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru sebagai pendidik dan pembelajar.  Empat pertanyaan pemantik akan menjadi panduan dalam refleksi terbimbing ini:

  1. apa pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapat setelah mempelajari secara mendalam pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara?
  2. apa kekuatan saya dalam menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini?
  3. apa hal-hal yang perlu saya ubah dari diri saya agar dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini?
  4. apa perubahan konkret yang akan saya lakukan setelah memahami pemikiran Ki Hadjar Dewantara?

 

JAWABAN

  1. Pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapat setelah mempelajari secara mendalam pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara antara lain saya lebih memahami tentang bagaimana tuntutan dalam pembelajaran. Pembelajaran tidak sepenuhnya hanya mengajarkan konsep materi, tetapi lebih juga mendidik siswa supaya memiliki nilai-nilai yang terkandung dalam profil pelajar pancasil. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pelajar pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.
  2. Kekuatan saya dalam menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini pastinya akan saya terapkan dalam setiap pembelajaran yang saya lakukan supaya anak didik saya bisa menerapkan profil pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya.
  3. Hal-hal yang perlu saya ubah dari diri saya agar dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini pastinya merubah strategi pembelajaran, lebih banyak memberikan contoh kepada anak didik saya, serta belajar dan belajar kembali tentang hal-hal baru yang belum saya ketahui.
  4. Perubahan konkret yang akan saya lakukan setelah memahami pemikiran Ki Hadjar Dewantara ini pastinya saya lebih paham bagaimana kita memposisikan diri sebagai seorang guru, saya juga ingin mengeksplorasi potensi yang ada pada siswa saya supaya bisa keluar lebih maksimal lagi, serta saya ingin berbagi ilmu dengan guru lainnya (teman sejawat) saya di sekolah.

1.2.a.6. Refleksi Terbimbing – Nilai dan Peran Guru Penggerak

1.2.a.6. Refleksi Terbimbing – Nilai dan Peran Guru Penggerak

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
(1) CGP dapat melakukan refleksi terkait dirinya berdasarkan Peran dan Nilai Guru Penggerak
 
Refleksi Mandiri
Selamat Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, kita telah sampai pada bagian Refleksi Terbimbing pada modul 1.2 ini. 
Pada saat ini, Anda baru saja melewati rangkaian pengalaman belajar yang jika tidak dengan sengaja kita maknai pembelajarannya maka semua akan hilang begitu saja. Oleh karena itu, pada bagian ini Anda akan meninjau kembali perjalanan pencarian jati diri sebagai Guru Penggerak. Silahkan Anda ingat-ingat kembali jawaban Anda pada bagian Mulai Dari Diri, terutama pada bagian nilai dan peran Anda. Silahkan Anda renungkan, kemudian jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Apa saja nilai diri saya? (yang terdapat pada bagian mulai dari diri)
JAWAB :
·           Saya termasuk orang yang mandiri
·           Saya senang merefleksikan apa yang membuat saya perlu dibenahi lagi (reflektif)
·           Saya suka mengerjakan tugas dengan berkelompok/kerjasama dengan rekan sejawat (Kolaboratif)
·           Saya senang membuat/menciptakan hal yang baru selama itu bisa saya lakukan (Inovatif)
·           Saya melakukan pembelajaran juga terpusat kepada siswa (Berpihak pada Murid)

2. Apa yang saya rasakan setelah mengetahui nilai dari Guru Penggerak? Jelaskan!
JAWAB :
Senang, karena apa yang saya lakukan selama ini termasuk nilai dari guru penggerak dan semua nilai itu juga ada pada diri saya.
 
3. Apa saja nilai diri Guru Penggerak yang sudah saya miliki sekarang?
JAWAB :
·           Mandiri
·           Reflektif
·           Kolaboratif
·           Inovatif
·           Berpihak Pada Murid
 
4.     4. Diantara nilai-nilai yang sudah saya pelajari, nilai apa yang saya rasa perlu saya kuatkan? jelaskan!
JAWAB :
Berdasarkan nilai-nilai yang sudah saya pelajari, nilai yang perlu saya kuatkan yaitu berpihak pada murid, karena saya sebagai guru IPA terkadang masih sering menjelaskan (ceramah) saat mengajar, karena memang pelajaran IPA termasuk susah untuk diajarkan. Terkadang saya juga sedikit mengharap supaya siswa harus paham materi dengan cara saya, padahal siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda.
 
5. Apa yang saya rasakan setelah mengetahui peran dari seorang Guru Penggerak?
JAWAB :
Yang saya rasakan setelah mengetahui peran dari seorang guru penggerak yaitu pastinya sangat senang, karena selama ini yang saya lakukan di sekolah sudah mencerminkan semua peran dari guru penggerak mulai dari menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi Coach bagi Guru lain, mendorong kolaborasi antar Guru, dan mewujudkan kepemimpinan murid.

6. Apa yang bisa saya lakukan (khusus untuk diri saya) untuk menguatkan peran dan nilai Guru Penggerak?
JAWAB :
·           Ikhlas dalam bekerja
·           Memiliki kesadaran diri
·           Mengupdate ilmu dengan mengikuti pengembangan diri
·           Mengikuti perkembangan zaman dan teknologi
·           Menjalin hubungan yang baik dengan orang lain (siswa, teman sejawat, kepala sekolah, dan masyarakat sekitar)
·           Mengikuti organisasi profesi
 
7. Apa yang akan menghambat saya dalam memperkuat peran dan nilai Guru Penggerak dalam diri saya?
JAWAB :
Hal yang dapat menghambat saya dalam memperkuat peran dan nilai guru penggerak yang pastinya jika orang-orang di sekitar saya tidak mau untuk diajak maju dan tidak adanya kekompakan di dalamnya.

Modul 3.2.a.9 Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 Tujuan Pembelajaran Khusus:

1.      CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.

2.      CGP mampu membuat rencana perubahan secara rinci dengan menggunakan format BAGJA.

Sekolah sebagai ekosistem pendidikan merupakan bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dengan faktor abiotik (unsur tak hidup). Interaksi ini menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Aset dan Sumber Daya terdiri dari modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal

lingkungan, modal finansial, modal politik, dan modal agama dan sosial. Sumber daya ini apabila dikelola dengan tepat dapat membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih

baik. Pengelolaan sumber daya ini sebaiknya dapat dilakukan dengan pendekatan berbasis kekuatan/ asset. Ciri-ciri pendekatan berbasis aset adalah sebagai berikut.

1.      Fokus pada aset dan kekuatan

2.      Membayangkan masa depan

3.      Berfikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut

4.      Mengorganisasian kompetensi dan sumber daya (asset dan kekuatan)

5.      Merancang sebuah renana berdasarkan visi dan kekuatan

6.      Melakanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan

Hubungan Antar Materi

Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya adalah seseorang yang mampu menjadikan sumber daya yang ada di sekitarnya menjadi bermanfaat dan  digunakan sebagai hal positif di dalam menunjang proses pembelajaran. Guru Penggerak berperan sebagai pemimpin pembelajaran dan mewujudkan kepemimpinan pada murid. Sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara, guru harus cerdas dalam mengelola dan menggali kemampuan muridnya menyesuaikan dengan kodratnya agar dapat bahagia dan nyaman dalam proses pembelajarannya. Nilai-nilai yang harus dimiliki guru penggerak adalah berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif dan inovatif. Nilai-nilai ini menjadi nilai positif yang harus dimiliki seorang pemimpin untuk mengelola sumber daya agar efektif dan efisien. Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan oleh guru untuk mengelola murid sebagai sumber daya sesuai dengan minat, bakat dan potensinya.

Dalam pengelolaan sumber daya, seorang pemimpin pembelajaran (guru) harus menerapkan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) untuk membantu mengelola stres dalam pemanfaatan sumber daya dan pengambilan keputusan dengan kesadaran penuh. Teknik coaching sangat diperlukan untuk menggali kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh sekolah dalam menemukan solusi dari masalah dengan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki. Keterampilan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab dan sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal sangat diperlukan untuk merumuskan kebijakan dan program yang tepat. Sebagai seorang pemimpin dalam pembelajaran, pengelolaan sumber daya harus sesuai dengan visi dan misi yang telah diprogramkan dan dapat dilakukan dengan pendekatan Inkuiri Apresiatif (tahapan BAGJA) sehingga dapat memanfaatkan kekuatan yang dimiliki oleh sekolah yang merupakan aset sekolah.

Kesimpulan Reflektif

Sebelum mempelajari materi dalam modul ini, saya secara pribadi maupun sebagai guru lebih banyak melihat sesuatu dari sudut pandang masalah. Saya terbiasa memulai perencanaan program dengan mengevaluasi dari kekurangan yang ada atau terjadi dan masih sangat terbatas memulai dengan mengutamakan aset dan kekuatan yang dimiliki.

Setelah mempelajari materi dalam modul ini, Alhamdulillah mulai terjadi perubahan pada diri saya dalam cara pandang merencanakan program dengan lebih fokus pada aset atau kekuatan yang dimiliki. Saya mencoba menerapkan dengan mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya yang dimiliki sekolah dari brainstorming dan diskusi dengan komunitas praktisi sehingga mampu melahirkan program yang terukur.

Harapan

Setelah mempelajari modul ini, saya berharap mampu menjadi guru yang dapat memfasilitasi dan menuntun murid untuk lebih memaksimalkan potensi kreativitas yang mereka miliki. Saya berharap mampu mengelola keterampilan sosial emosional dan menerapkan coaching untuk memetakan aset yang dimiliki oleh diri sendiri, murid dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dalam rangka menciptakan ekosistem sekolah yang aman, nyaman dan berdampak terwujudnya merdeka belajar menuju profil pelajar Pancasila.

Saya sedang berproses di ruang kelas dan sekolah untuk menerapkan modul-modul yang

sudah dipelajari. Semoga mampu memberikan perubahan yang positif untuk kemajuan belajar murid khususnya dan sekolah pada umumnya.

RANCANGAN TINDAKAN - INKUIRI APRESIATIF (BAGJA)

PRAKARSA PERUBAHAN

Meningkatkan kemandirian dan motivasi belajar murid dengan pembelajaran menyenagkan berbasis pemanfaatan barang bekas

TAHAPAN

Pertanyaan

 

Daftar tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban

B-uat pertanyaan (Define)

 

·         Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/ potensi/ peluang;

·         Menggalang atau membangun koalisi tim perubahan


 

 

·        Bagaimana pembelajaran yang menyenangkan?

 

 

 

·          Memberikan angket kepada murid

·          Menggali informasi dari pengalaman rekan sejawat

 

  

A-mbil pelajaran (Discover)

 

·         Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi;

·         Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsur.

 

 

 

·        Bagaimana pembelajaran yang sudah dilakukan selama ini?

·        Bagaimana contoh pembelajaran yang menyenangkan bagi murid?

·        Bagaimana sarana dan prasarana yang ada?

 

 

 

·           Melakukan observasi dan melihat hasil supervisi akademik yang sudah dilakukan

·          Melakukan studi informasi melalui kajian pustaka maupun studi digital

·          Melakukan pemetaan aset dan potensi yang ada di murid, sekolah maupun lingkungan


G-ali mimpi (Dream)


·          Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud;

·          Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja).


 

 



·        Pembelajaran yang menyenangkan seperti apa?

·        Bagaimana kelas ideal yang mendukung pembelajaran yang menyenangkan?

 

 

 



·           Mencari referensi kriteria pembelajaran yang menyenangkan

·           Mencari referensi kelas yang ideal untuk pembelajaran yang menyenangkan (menjadi rubik dalam angket ketercapaian)


J-abarkan rencana (Design)

 

·          Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian;

·         Menyusun definisi kesuksesan pencapaian

 

 



 

·        Bagaimana langkah-langkah pembelajaran menyenangkan yang dilakukan?

·        Bagaimana indicator keberhasilan pelaksanaan program pembelajaran yang menyenangkan?

 

 


·           Menyusun langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program pembelajaran

·           Menyusun indikator keberhasilan dalam bentuk angket sesuai kriteria

 

A-tur eksekusi (Deliver)

 

·          Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan;

·         Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas

(misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi)


 

 



·       Siapa dan bagaimana peran pihak-pihak yang terlibat dalam program?

·       Bagaimana monitoring dan evaluasi serta refleksi dilakukan?

 

 

 



·          Memetakan asset sumber daya manusia dan melakukan pembagian tugas sesuai kebutuhan

·          Menyusun angket monev dan refleksi untuk murid, guru, dan observer

 

Salam Merdeka Belajar

Didik Cahyono, S. Pd

 CGP Angkatan 4  Kabupaten Kubu Raya