Pencarian

Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2024

Hukum Fisika sebagai Cara untuk Menangkal Santet


Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai dengan kematian. Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan. Jika para agamawan memakai rujukan dalil-dalil kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini. Penyelidikan menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang sifatnya ilmiah, mulai dari mencari kasus-kasus santet, tipe-tipe santet, gejala, akibat dan sebagainya. Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya. Salah satu kesimpulan/ pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Kenapa dalam kasus santet bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan dan lain sebagainnya, bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi. Santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan negatif (-). Bumipun ternyata memiliki muatan negatif (-). Dalam hukum Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama akan tarik menarik. Rumusnya :

Dimana:


F = gaya tarik menarik\
k = konstanta
Q1, Q2 = muatan
R = jarak

Nah, karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan negatif (-) makannya para demit itu tidaklah menyentuh bumi. Orang tua zaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dengan orang yang tidak dikenal pada malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak maka ia berarti golongan mahluk halus.
Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan negatif (-), oleh karena itu secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum Coulomb ini. Saya tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi saya menawarkan alternatif lainnya yang bisa bersifat “standalone” (untuk non muslim) maupun digabungkan dengan zikir (untuk muslim).
Beberapa Metodenya :

Cara 1
Tidurlah di lantai yang langsung menyentuh bumi. Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 cm. Dengan tidur dilantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan negatif (-) dari bumi.

Cara 2
Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan negatif (-). Mahluk halus, jin, santet dan sejenisnya akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi Kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan “menghajar” mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan “diusir” juga.

Cara 3
Melakukan gerakan senam khusus dimana tapak kaki harus menyentuh bumi. Gerakan senam ini hanya punya satu gerakan inti saja jadi mudah sekali dilakukan oleh anak-anak hingga orang tua. Selain untuk penyembuhan berbagai penyakit medis yang sulit disembuhkan, senam ini cukup banyak menyelesaikan kasus santet juga. Ini murni senam, tanpa mantra atau pernafasan khusus.

Cara 4
Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan negatif (-). Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa “dingin”. Pohon yang memiliki muatan negatif (-) diantaranya yaitu dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll. Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan negatif (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan positif (+). Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan positif (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu dll. Pohon-pohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon bermuatan positif (+) dan mahluk halus yang bermuatan negatif (-) sesuai dengan hukum Coulomb.

Penangkal Petir




Proses Terjadinya Petir
Untuk memahami cara kerja penangkal petir, maka sebaiknya kita mengetahui bagaimana proses terjadinya petir terlebih dahulu. Petir terbentuk karena adanya perbedaan potensial antara awan yang satu dengan awan yang lainnya atau antara awan dengan permukaan bumi. Awan dapat memiliki potensial muatan karena awan selalu bergerak terus menerus secara teratur. Selama pergerakannya ini awan akan berinteraksi dengan awan lainnya. Sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi awan (atas atau bawah), sedangkan muatan positif akan berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dengan bumi cukup besar, maka akan terjadi perpindahan muatan listrik negatif (elektron) dari awan yang kelebihan muatan menuju bumi untuk mencapai kesetimbangan.

Apa Itu Penangkal Petir?
Penangkal petir merupakan suatu perangkat yang terdiri dari serangkaian jalur yang diperuntukkan sebagai jalan untuk petir mengalir menuju ke permukaan bumi, sehingga petir tidak merusak bangunan dimana penangkal petir dipasang. Penangkal petir terdiri dari 3 bagian utama yaitu batang penangkal petir, kabel konduktor dan tempat pembumian (grounding).
Batang penangkal petir dipasang pada bagian puncak suatu bangunan yang ingin dilindungi dari petir. Batang penangkal petir biasanya terbuat dari tembaga dan memiliki ujung yang runcing. Ujung yang runcing dipilih untuk memudahkan muatan listrik berkumpul, karena muatan listrik memiliki karakter mudah terkumpul dan terlepas pada ujung suatu logam yang runcing. Jadi batang penangkal petir dengan ujung yang runcing dapat memperlancar proses tarik menarik muatan listrik di bumi dengan muatan listrik yang terdapat di awan.
Selanjutnya kabel konduktor dipasang untuk meneruskan aliran muatan listrik dari batang penangkal petir ke permukaan tanah. Kabel konduktor ini biasanya diletakkan pada dinding di bagian luar suatu bangunan untuk menghindari muatan listrik merusak benda-benda elektronik di dalam bangunan. Kabel konduktor ini dibuat dari jalinan kawat tembaga dengan diameter sekitar 1 cm hingga 2 cm. Dari kabel konduktor, muatan listrik selanjutnya akan mengalir ke tempat pembumian (grounding) yang tertanam di tanah. Tempat pembumian ini biasanya berupa batang sepanjang sekitar 1,8 m sampai 3 m, yang terbuat dari tembaga yang dilapisi dengan baja, dan memiliki diameter 1,5 cm.

Cara Kerja Penangkal Petir
Saat muatan listrik negatif telah terkumpul pada bagian bawah awan, maka muatan listrik positif yang terdapat di tanah akan segera tertarik ke atas. Muatan listrik positif ini kemudian merambat naik melalui kabel konduktor dan berkumpul pada ujung batang penangkal petir. Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan akan semakin kuat, dan muatan listrik positif yang terdapat pada ujung-ujung penangkal petir akan tertarik ke arah muatan listrik negatif yang ada di awan. Pertemuan kedua muatan tersebut akan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik tersebut selanjutnya akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor, sehingga aliran listrik ini tidak mengenai bangunan.

Istilah Penangkal Petir
Istilah penangkal petir sebenarnya merupakan istilah yang keliru. Karena penangkal petir ini tidak lah membuat suatu bangunan terbebas sepenuhnya dari bahaya petir. Sambaran petir tetap dapat membahayakan suatu bangunan walaupun bangunan tersebut telah dipasangi penangkal petir. Petir dapat saja menyambar tempat lain di luar area perlindungan dari instalasi penangkal petir yang telah terpasang, kemudian aliran listrik dari petir ini merambat melalui instalasi listrik, kabel data atau apa saja yang mengarah ke bangunan, dan akhirnya aliran listrik dari petir ini dapat merusak peralatan listrik dan elektronik yang ada di dalam bangunan tersebut. Jadi, penangkal petir sebenarnya tidak membuat bangunan aman 100 % dari bahaya petir, melainkan hanya membuat posisi bangunan terhindar dari kerusakan fatal akibat sambaran langsung dari petir. Maka dengan itu, istilah yang lebih tepat untuk instalasi pengamanan petir ini sebenarnya adalah penyalur petir.

 
SUMBER:
http://www.berbagaihal.com/2012/04/cara-kerja-penangkal-petir.html