Berikut merupakan hasil ulangan IPA kelas 8 materi "Getaran & Gelombang" di SMP Negeri 4 Sungai Raya semester genap tahun pelajaran 2025/2026. Untuk KKTP IPA yaitu 70, jadi yang nilainya 70 ke atas tuntas dan yang di bawah 70 harus remidi. Berikut adalah nilainya:
Blog ini merupakan catatan dari seorang guru IPA yang mengajar di daerah Pesisir Barat Pulau Kalimantan.
Olimpiade Sains Nasional Tahun 2024
Pencarian
Senin, 09 Maret 2026
Kamis, 05 Februari 2026
Hasil Final Seleksi OSN IPA SMP Negeri 4 Sungai Raya Tahun Pelajaran 2025/2026
Selamat untuk siswa yang lolos seleksi dan tergabung dalam Tim OSN SMP Negeri 4 Sungai Raya. Untuk peringkat 1 s.d. 4 otomatis akan dikirim untuk OSN IPA tahun 2026 dan urutan 5-12 akan dilihat progres kualitasnya selama bimbingan OSN berlangsung untuk tambahan satu orang lagi yang akan dikirim OSN IPA tahun 2026. Ada dua orang siswa yang diberikan Hak Veto untuk bergabung di Tim OSN SMP Negeri 4 Sungai Raya. Untuk siswa yang tidak lolos tetap semangat dan semoga beruntung di kemudian hari! Sukses selalu untuk kalian semua. Berikut adalah rekap nilai seleksi OSN SMP Negeri 4 Sungai Raya.
NB : Untuk jadwal les OSN nanti menyusul dan untuk yang dinyatakan lolos silahkan masuk ke Grup WA OSN SMP Negeri 4 Sungai Raya dengan mengklik link di bawah ini!
Senin, 02 Februari 2026
Hasil Seleksi OSN IPA Tahap 1 SMP Negeri 4 Sungai Raya Tahun Pelajaran 2025/2026
Hasil seleksi OSN IPA Tahap 1 SMP Negeri 4 Sungai Raya tahun pelajaran 2025/2026 untuk kelas 7 dan 8. Seleksi terpisah untuk masing-masing jenjang. Selamat untuk siswa yang lolos ke Tahap 2.
- Hasil Seleksi OSN Kelas 7
- Hasil Seleksi OSN Kelas 8
NB : Seleksi Tahap 2 (IPA) dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 5 Februari 2026 (Lokasi di kelas 7C) dan tes wawancara menyusul.
Selasa, 14 Oktober 2025
Nilai Ulangan Harian IPA Kelas 8B Materi Usaha dan Energi
Berikut ini adalah nilai ulangan harian IPA kelas 8B materi "Usaha dan Energi" yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Oktober 2025. Untuk passing grade IPA yaitu 70, jadi yang memperoleh nilai 70 ke atas termasuk kategori TUNTAS dan yang di bawah 70 kategori REMIDI. Untuk info remidi menyusul.
Kamis, 09 Oktober 2025
Nilai Ulangan Harian IPA Kelas 9A Materi Tekanan
Berikut ini adalah nilai ulangan harian IPA kelas 9A materi "Tekanan" yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 8 Oktober 2025. Untuk passing grade IPA yaitu 70, jadi yang memperoleh nilai 70 ke atas termasuk kategori TUNTAS dan yang di bawah 70 kategori REMIDI. Untuk info remidi menyusul.
Nilai Ulangan Harian IPA Kelas 8A Materi Usaha dan Energi
Berikut ini adalah nilai ulangan harian IPA kelas 8A materi "Usaha dan Energi" yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 9 Oktober 2025. Untuk passing grade IPA yaitu 70, jadi yang memperoleh nilai 70 ke atas termasuk kategori TUNTAS dan yang di bawah 70 kategori REMIDI. Untuk info remidi menyusul.
Minggu, 22 Desember 2024
Hukum Fisika sebagai Cara untuk Menangkal Santet
Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan negatif (-), oleh karena itu secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum Coulomb ini. Saya tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi saya menawarkan alternatif lainnya yang bisa bersifat “standalone” (untuk non muslim) maupun digabungkan dengan zikir (untuk muslim).
Beberapa Metodenya :
Cara 1
Penangkal Petir
Sabtu, 21 Desember 2024
Soal OSN Matematika Jenjang SMP / MTs Tahun 2021
Berikut adalah Kumpulan Soal Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika Jenjang SMP / MTs Tahun 2021
- Soal OSN Matematika 2021 Penyisihan 1 Paket A >> Download
- Soal OSN Matematika 2021 Penyisihan 1 Paket B >> Download
- Soal OSN Matematika 2021 Penyisihan 1 Paket C >> Download
- Soal OSN Matematika 2021 Penyisihan 2 Paket A >> Download
- Soal OSN Matematika 2021 Penyisihan 2 Paket B >> Download
- Soal OSN Matematika 2021 Penyisihan 2 Paket C >> Download
- Soal OSN Matematika 2021 Nasional (Final) Paket A >> Download
- Soal OSN Matematika 2021 Nasional (Final) Paket B >> Download
- Soal OSN Matematika 2021 Nasional (Final) Paket C >> Download
Untuk Soal OSN IPS di Tahun Lainnya Klik Link Berikut!
Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
- Membantu mempersiapkan diri agar sejak semula sudah dapat membayangkan pelajaran yang akan dipelajari.
- Menimbulkan minat dan perhatian peserta didik pada apa yang akan dipelajari.
- Membantu peserta didik untuk mengetahui batas-batas tugas yang akan dikerjakan.
- Membantu peserta didik untuk mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang telah dikuasainya dengan hal-hal baru yang akan dipelajari atau yang belum dipelajari atau yang belum dikenalnya
- Mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam mempelajari materi pelajaran.
- Mengetahui tingkat keberhasilan tenaga pendidik dalam pembelajaran.
- Timbulnya perhatian dan motivasi siswa untuk menghadapi tugas-tugas yang akan dikerjakan.
- Siswa mengetahui dengan pasti batas-batas tugas yang akan dikerjakan.
- Siswa mempunyai gambaran yang jelas tentang pendekatan-pendekatan yang mungkin diambil dalam mempelajari bagian-bagian dari suatu mata pelajaran.
- Siswa mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang telah dikuasai dengan hal-hal baru yang akan dipelajari atau yang masih asing baginya.
- Siswa dapat menggabungkan fakta-fakta, keterampilan-keterampilan atau konsep-konsep yang tercakup dalam suatu peristiwa.
- Siswa dapat mengetahui tingkat keberhasilannya dalam mempelajari pelajaran itu, Sedangkan guru dapat mengetahui tingkat keberhasilannya dalam mengajar.
- Membuat kaitan antar aspek-aspek yang relevan dari bidang studi yang telah dikenal siswa. Dalam permulaan pelajaran guru meninjau kembali sampai seberapa jauh pelajaran yang diberikan sebelumnya telah dipahami. Caranya, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada siswa, tetapi dapat pula merangkum isi materi pelajaran terdahulu secara singkat.
- Guru membandingkan atau mempertentangkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah diketahui. Hal ini dilakukan jika bahan baru itu erat kaitannya dengan bahan pelajaran yang telah dikuasai.
- Guru menjelaskan konsep atau pengertiannya lebih dahulu sebelum menyajikan bahan secara terperinci. Hal ini dilakukan karena bahan pelajaran yang akan dijelaskan sama sekali baru.
Eksplorasi Konsep - Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
1.1.a.4. Eksplorasi Konsep - Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
TUGAS
Potret pendidikan Indonesia sejak zaman kolonial hingga kini
Bapak/Ibu CGP, mengawali refleksi filosifis Pendidikan Indonesia, Anda diminta untuk menyimak video "Pendidikan Zaman Kolonial" di bawah ini. Bapak/Ibu CGP dapat melihat perjalanan Pendidikan Indonesia sebelum kemerdekaan dan peran sekolah Taman Siswa sejak pendiriannya di tahun 1922.
Link Video :
Selanjutnya, silahkan jawablah pertanyaan panduan berikut sebagai refleksi diri terhadap perjalanan Pendidikan Indonesia sebelum Kemerdekaan dan membandingkannya dengan kondisi pendidikan saat ini pada konteks sekolah Anda.
- Bagian mana yang paling menarik? Mengapa?
- Apa tujuan pendidikan yang dapat dilihat dari video ini pada zaman Kolonial?
- Apa persamaan dan perbedaan antara situasi Pendidikan jaman Kolonial dan situasi Pendidikan Indonesia saat ini?
JAWABAN
- Bagian yang menarik dari video tersebut menurut saya yaitu pada tahun 1920 yang mulai lahirnya cita-cita baru untuk perubahan radikal dalam pendidikan dan pengajaran, serta lahirnya Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yogyakarya karena dengan lahirnya Taman Siswa menjadikan gerbang kemerdekaan dan kebebasan kebudayaan bangsa dan juga sebagai jiwa rakyat untuk merdeka dan bebas.
- Tujuan pendidikan pada zaman kolonial yang dapat kita lihat dari video tersebut adalah hanya untuk kepentingan orang tertentu saja, seperti beberapa bupati menginisiasi pendirian sekolah kabupaten yang hanya mendidik calon pegawai, rakyat hanya diajari membaca, menulis, dan menghitung seperlunya dan hanya mendidik orang-orang pembantu dalam mendukung usaha dagang mereka, serta pemerintah Hindia-Belanda hanya memberikan kelonggaran kepada calon Mudir Dokter Djawa untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran.
- Persamaan antara situasi pendidikan zaman kolonial dan situasi pendidikan Indonesia saat ini adalah siswa untuk sekolah atau belajar wajib pergi ke sekolah, sedangkan perbedaannya yaitu dalam belajar siswa tidak harus di sekolah, bisa ditempat bimbel atau di rumah dengan mendatangkan guru dalam belajar, serta jika dulu terpusat kepada guru, sedangkan pembelajaran sekarang terpusat kepada siswa. Sekarang fasilitas lebih lengkap dari pada zaman kolonial karena sekarang sumber belajar bisa diperoleh darimana saja seperti internet, buku, alam sekitar, dan lain-lain.
Refleksi Terbimbing – Presentasi Kerangka Filosofis `Merdeka Belajar`
1.1.a.6. Refleksi Terbimbing – Presentasi Kerangka Filosofis `Merdeka Belajar`
TUGAS
Tujuan Pembelajaran Khusus: Peserta mampu merefleksikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai pengetahuan dan pengalaman baru dalam pembelajaran.
Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak (CGP)
Refleksi filosofis pemikiran Ki Hadjar Dewantara menjadi penguatan bagi Anda dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru sebagai pendidik dan pembelajar. Empat pertanyaan pemantik akan menjadi panduan dalam refleksi terbimbing ini:
- apa pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapat setelah mempelajari secara mendalam pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara?
- apa kekuatan saya dalam menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini?
- apa hal-hal yang perlu saya ubah dari diri saya agar dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini?
- apa perubahan konkret yang akan saya lakukan setelah memahami pemikiran Ki Hadjar Dewantara?
JAWABAN
- Pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapat setelah mempelajari secara mendalam pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara antara lain saya lebih memahami tentang bagaimana tuntutan dalam pembelajaran. Pembelajaran tidak sepenuhnya hanya mengajarkan konsep materi, tetapi lebih juga mendidik siswa supaya memiliki nilai-nilai yang terkandung dalam profil pelajar pancasil. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pelajar pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.
- Kekuatan saya dalam menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini pastinya akan saya terapkan dalam setiap pembelajaran yang saya lakukan supaya anak didik saya bisa menerapkan profil pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya.
- Hal-hal yang perlu saya ubah dari diri saya agar dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini pastinya merubah strategi pembelajaran, lebih banyak memberikan contoh kepada anak didik saya, serta belajar dan belajar kembali tentang hal-hal baru yang belum saya ketahui.
- Perubahan konkret yang akan saya lakukan setelah memahami pemikiran Ki Hadjar Dewantara ini pastinya saya lebih paham bagaimana kita memposisikan diri sebagai seorang guru, saya juga ingin mengeksplorasi potensi yang ada pada siswa saya supaya bisa keluar lebih maksimal lagi, serta saya ingin berbagi ilmu dengan guru lainnya (teman sejawat) saya di sekolah.
1.2.a.6. Refleksi Terbimbing – Nilai dan Peran Guru Penggerak
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
(1) CGP dapat melakukan refleksi terkait dirinya berdasarkan Peran dan Nilai Guru Penggerak
Refleksi Mandiri
Selamat Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, kita telah sampai pada bagian Refleksi Terbimbing pada modul 1.2 ini.
Pada saat ini, Anda baru saja melewati rangkaian pengalaman belajar yang jika tidak dengan sengaja kita maknai pembelajarannya maka semua akan hilang begitu saja. Oleh karena itu, pada bagian ini Anda akan meninjau kembali perjalanan pencarian jati diri sebagai Guru Penggerak. Silahkan Anda ingat-ingat kembali jawaban Anda pada bagian Mulai Dari Diri, terutama pada bagian nilai dan peran Anda. Silahkan Anda renungkan, kemudian jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
JAWAB :
· Saya termasuk orang yang mandiri
JAWAB :
Senang, karena apa yang saya lakukan selama ini termasuk nilai dari guru penggerak dan semua nilai itu juga ada pada diri saya.
3. Apa saja nilai diri Guru Penggerak yang sudah saya miliki sekarang?
JAWAB :
· Mandiri
4. 4. Diantara nilai-nilai yang sudah saya pelajari, nilai apa yang saya rasa perlu saya kuatkan? jelaskan!
Berdasarkan nilai-nilai yang sudah saya pelajari, nilai yang perlu saya kuatkan yaitu berpihak pada murid, karena saya sebagai guru IPA terkadang masih sering menjelaskan (ceramah) saat mengajar, karena memang pelajaran IPA termasuk susah untuk diajarkan. Terkadang saya juga sedikit mengharap supaya siswa harus paham materi dengan cara saya, padahal siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda.
5. Apa yang saya rasakan setelah mengetahui peran dari seorang Guru Penggerak?
JAWAB :
Yang saya rasakan setelah mengetahui peran dari seorang guru penggerak yaitu pastinya sangat senang, karena selama ini yang saya lakukan di sekolah sudah mencerminkan semua peran dari guru penggerak mulai dari menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi Coach bagi Guru lain, mendorong kolaborasi antar Guru, dan mewujudkan kepemimpinan murid.
JAWAB :
· Ikhlas dalam bekerja
7. Apa yang akan menghambat saya dalam memperkuat peran dan nilai Guru Penggerak dalam diri saya?
JAWAB :
Hal yang dapat menghambat saya dalam memperkuat peran dan nilai guru penggerak yang pastinya jika orang-orang di sekitar saya tidak mau untuk diajak maju dan tidak adanya kekompakan di dalamnya.
Modul 3.2.a.9 Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Tujuan Pembelajaran Khusus:
1. CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.
2. CGP mampu membuat rencana perubahan secara rinci dengan menggunakan format BAGJA.
Sekolah sebagai ekosistem pendidikan merupakan bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dengan faktor abiotik (unsur tak hidup). Interaksi ini menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Aset dan Sumber Daya terdiri dari modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal
lingkungan, modal finansial, modal politik, dan modal agama dan sosial. Sumber daya ini apabila dikelola dengan tepat dapat membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih
baik. Pengelolaan sumber daya ini sebaiknya dapat dilakukan dengan pendekatan berbasis kekuatan/ asset. Ciri-ciri pendekatan berbasis aset adalah sebagai berikut.
1. Fokus pada aset dan kekuatan
2. Membayangkan masa depan
3. Berfikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut
4. Mengorganisasian kompetensi dan sumber daya (asset dan kekuatan)
5. Merancang sebuah renana berdasarkan visi dan kekuatan
6. Melakanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan
Hubungan Antar Materi

Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya adalah seseorang yang mampu menjadikan sumber daya yang ada di sekitarnya menjadi bermanfaat dan digunakan sebagai hal positif di dalam menunjang proses pembelajaran. Guru Penggerak berperan sebagai pemimpin pembelajaran dan mewujudkan kepemimpinan pada murid. Sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara, guru harus cerdas dalam mengelola dan menggali kemampuan muridnya menyesuaikan dengan kodratnya agar dapat bahagia dan nyaman dalam proses pembelajarannya. Nilai-nilai yang harus dimiliki guru penggerak adalah berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif dan inovatif. Nilai-nilai ini menjadi nilai positif yang harus dimiliki seorang pemimpin untuk mengelola sumber daya agar efektif dan efisien. Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan oleh guru untuk mengelola murid sebagai sumber daya sesuai dengan minat, bakat dan potensinya.
Dalam pengelolaan sumber daya, seorang pemimpin pembelajaran (guru) harus menerapkan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) untuk membantu mengelola stres dalam pemanfaatan sumber daya dan pengambilan keputusan dengan kesadaran penuh. Teknik coaching sangat diperlukan untuk menggali kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh sekolah dalam menemukan solusi dari masalah dengan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki. Keterampilan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab dan sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal sangat diperlukan untuk merumuskan kebijakan dan program yang tepat. Sebagai seorang pemimpin dalam pembelajaran, pengelolaan sumber daya harus sesuai dengan visi dan misi yang telah diprogramkan dan dapat dilakukan dengan pendekatan Inkuiri Apresiatif (tahapan BAGJA) sehingga dapat memanfaatkan kekuatan yang dimiliki oleh sekolah yang merupakan aset sekolah.
Kesimpulan Reflektif
Sebelum mempelajari materi dalam modul ini, saya secara pribadi maupun sebagai guru lebih banyak melihat sesuatu dari sudut pandang masalah. Saya terbiasa memulai perencanaan program dengan mengevaluasi dari kekurangan yang ada atau terjadi dan masih sangat terbatas memulai dengan mengutamakan aset dan kekuatan yang dimiliki.
Setelah mempelajari materi dalam modul ini, Alhamdulillah mulai terjadi perubahan pada diri saya dalam cara pandang merencanakan program dengan lebih fokus pada aset atau kekuatan yang dimiliki. Saya mencoba menerapkan dengan mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya yang dimiliki sekolah dari brainstorming dan diskusi dengan komunitas praktisi sehingga mampu melahirkan program yang terukur.
Harapan
Setelah mempelajari modul ini, saya berharap mampu menjadi guru yang dapat memfasilitasi dan menuntun murid untuk lebih memaksimalkan potensi kreativitas yang mereka miliki. Saya berharap mampu mengelola keterampilan sosial emosional dan menerapkan coaching untuk memetakan aset yang dimiliki oleh diri sendiri, murid dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dalam rangka menciptakan ekosistem sekolah yang aman, nyaman dan berdampak terwujudnya merdeka belajar menuju profil pelajar Pancasila.
Saya sedang berproses di ruang kelas dan sekolah untuk menerapkan modul-modul yang
sudah dipelajari. Semoga mampu memberikan perubahan yang positif untuk kemajuan belajar murid khususnya dan sekolah pada umumnya.
RANCANGAN TINDAKAN - INKUIRI APRESIATIF (BAGJA)
PRAKARSA PERUBAHAN | Meningkatkan kemandirian dan motivasi belajar murid dengan pembelajaran menyenagkan berbasis pemanfaatan barang bekas | |
TAHAPAN | Pertanyaan
| Daftar tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban |
B-uat pertanyaan (Define)
· Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/ potensi/ peluang; · Menggalang atau membangun koalisi tim perubahan |
· Bagaimana pembelajaran yang menyenangkan?
|
· Memberikan angket kepada murid · Menggali informasi dari pengalaman rekan sejawat
|
A-mbil pelajaran (Discover)
· Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi; · Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsur.
|
· Bagaimana pembelajaran yang sudah dilakukan selama ini? · Bagaimana contoh pembelajaran yang menyenangkan bagi murid? · Bagaimana sarana dan prasarana yang ada?
|
· Melakukan observasi dan melihat hasil supervisi akademik yang sudah dilakukan · Melakukan studi informasi melalui kajian pustaka maupun studi digital · Melakukan pemetaan aset dan potensi yang ada di murid, sekolah maupun lingkungan |
G-ali mimpi (Dream) · Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud; · Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja). |
· Pembelajaran yang menyenangkan seperti apa? · Bagaimana kelas ideal yang mendukung pembelajaran yang menyenangkan?
|
· Mencari referensi kriteria pembelajaran yang menyenangkan · Mencari referensi kelas yang ideal untuk pembelajaran yang menyenangkan (menjadi rubik dalam angket ketercapaian) |
J-abarkan rencana (Design)
· Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian; · Menyusun definisi kesuksesan pencapaian
|
· Bagaimana langkah-langkah pembelajaran menyenangkan yang dilakukan? · Bagaimana indicator keberhasilan pelaksanaan program pembelajaran yang menyenangkan?
|
· Menyusun langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program pembelajaran · Menyusun indikator keberhasilan dalam bentuk angket sesuai kriteria
|
A-tur eksekusi (Deliver)
· Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan; · Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi) |
· Siapa dan bagaimana peran pihak-pihak yang terlibat dalam program? · Bagaimana monitoring dan evaluasi serta refleksi dilakukan?
|
· Memetakan asset sumber daya manusia dan melakukan pembagian tugas sesuai kebutuhan · Menyusun angket monev dan refleksi untuk murid, guru, dan observer ‘ |
Salam Merdeka Belajar
Didik Cahyono, S. Pd
CGP Angkatan 4 – Kabupaten Kubu Raya







.jpg)
.jpg)




